Menghargai Pasangan

sumber gambar : bundanufus.wordpress.com
sumber gambar : bundanufus.wordpress.com

Ketika lagi diskusi dan bertemu dalam suatu acara komunitas, ada seorang teman yang baru beberapa bulan menikah cerita tentang kondisi hubungan dengan pasangannya (istri) yang sedang mengalami pasang surut. Dia mengatakan bahwa pelayanan dan perhatian istrinya tidak sesuai dengan harapan dan perkiraannnya sebelum mereka menikah, intinya dia kecewa karena ada beberapa keadaan yang terjadi diluar bayangan serta ekspektasinya. Yang ektremnya malah dia membandingkan pelayanan yang diberikan istrinya dengan pelayanan pegawai hotel dalam melayani tamunya. Mungkin Anda juga pernah mempunyai pikiran seperti itu …???

Adalah suatu hal yang wajar dalam kehidupan berkeluarga ada kalanya masing-masing pihak (suami/istri) menuntut dan menginginkan pelayanan yang ideal dan sempurna dari pasangannya. Ketika hal tersebut tidak didapatkan atau dirasa ada yang kurang memuaskan dari pelayanan tersebut maka yang akhirnya timbul adalah kekecewaan. Hal tersebut sepenuhnya tidak ada yang salah, karena memang sudah menjadi hak dan kewajiban setiap pasangan untuk saling melayani dan membahagiakan. Tetapi jangan sampai malah ada yang membandingkan pelayanan yang diberikan passangan dengan palayanan profesional yang diberikan oleh para petugas pelayanan jasa publik. Kenapa …???

Untuk mendapatkan pelayanan yang super profesional dan memuaskan seperti pelayan di hotel atau di pesawat maka kita harus memiliki cukup uang untuk membayar semua fasilitas tersebut. Para room boy akan datang memberikan ucapan salam dan tersenyum ramah penuh hormat serta memberikan pelayanan apa pun yang kita minta, itu karena kita bersedia dan mau membayar room rates sesuai ketentuan yang ada saat check in. Bahkan kalau kita mempunyai uang yang cukup banyak, kita bisa memesan kamar suite dan kita akan mendapatkan pelayan lebih istimewa lagi. Semua pelayanan kelas VVIP, senyuman super ramah serta berbagai kemudahan lainnya, itu semua karena kita bersedia mengeluarkan uang lebih banyak dibandingkan kalau kita menginap di kamar standar.

Begitu juga ketika kita bepergian menggunakan pesawat business class, maka di bandara kita akan mendapatkan fasilitas executive lounge. Kita akan diberikan kemudahan dan prioritas ketika check in, dan ketika menaiki pesawat kita juga akan disediakan jalur khusus tanpa berdesakan. Para pramugari dan awak kabin akan menyambut kita dengan senyum ramah serta siap membantu mengangkat barang bawaan kita. Berbagai fasilitas yang tidak didapatkan oleh penumpang economy class, akan bisa kita nikmat karena kita bersedia mengeluarkan biaya lebih untuk membeli tiket di business class tersebut. Itu semua ada harganya yang harus kita bayarkan.

Namun jika suatu saat kita duduk dan termenung di halaman hotel karena tidak mempunyai uang, apakah pihak hotel akan bersedia melayani kita dan memberikan tumpangan kepada kita untuk menginap. Atau ketika kita bengong di bandara karena tidak mempunyai uang untuk membeli tiket,apakah mereka akan menawarkan tempat duduk gratis kepada kita … ??? Bahkan kalau kita adalah pelanggan setia sekalipun …??? Mereka hanya akan setia melayani selama kita memiliki uang, mereka hanya sebatas melayani tetapi tidak ada kesetiaan … !!!

Lantas bagaimana dengan pasangan (suami/istri) kita di rumah …??? Mereka selalu tersenyum ramah, sopan dan penuh kehangatan dalam menerima dan melayani kita. Mereka melayani dan memberikan waktu serta hatinya kepada kita tanpa syarat. Pasangan kita akan selalu menerima dan membuka pintu buat kita ketika kita pulang ke rumah, bahkan di saat kita tidak mempunyai uang sekalipun. Saat kita kehilangan semangat dan mengalami kesulitan sebesar apapun mereka akan selalu berada di samping kita untuk memberikan dorongan semangat agar kita bisa bangkit.

Mereka siap menemani kita 24 jam sehari semalam, mereka melayani kita sepenuh hati dan dengan kesetiaan yang tiada tandingannya. Masihkah kita merasa tidak puas …???

Mungkin saja dalam memberikan pelayanan, ada kekurangan pasangan kita dan itu wajar karena sebagai manusia tidak ada kita yang sempurna. Namun mereka melayani dengan sepenuh hati dan perasaan. Bukan seperti pelayanan karyawan hotel, yang senyuman dan pelayanannya berbanding lurus dengan besarnya uang yang kita keluarkan. Bukan juga seperti senyum dan pelayanan pramugari di pesawat, yang ramah menyapa kita karena kita membayar untuk mendapatkan hal tersebut. Mereka semua tersenyum secara “profesional”, yaitu senyum karena kewajiban profesi. Senyum dan keramahan yang mereka berikan hanya sekedar melayani, tidak lebih dari itu. Sangat jauh berbeda dengan senyuman dan keramahan yang dihadirkan pasangan kita.

Mari kita semua berterimakasih dan bersyukur atas anugerah dari Yang Maha Kuasa, yaitu diberikan pasangan hidup untuk melengkapi dan selalu setia melayani dengan sepenuh jiwa secara tulus. Melayani dengan sepenuh hati dan cinta.

Sudahkan kita berterimakasih kepada pasangan kita atas kesetiaan dan pelayanannya selama ini …???

Mau provokasi lebih lanjut ? Follow saya di twitter : @CandraDenni

One thought on “Menghargai Pasangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s