Apakah itu Kebahagiaan ?

dennicandra.com, Kalau kita bertanya kepada setiap orang tentang pengertian “kebahagiaan”, maka kita akan mendapatkan berbagai macam pengertian sesuai dengan asumsi masing-masing orang yang kita tanya. Bahkan para tokoh dan ahli pun mendefenisikan kebahagiaan tersebut dengan defenisi yang berbeda-beda. Aristoteles mengatakan kalau kebahagiaan itu tergantung pada diri kita pribadi masing-masing (happiness depends upon ourselves). Sedangkan Helen Keler menghubungkan kebahagiaan dengan pencapaian sebuah tujuan mulia dalam hidup serta bukan pemenuhan dari sebuah keinginan, many persons have a wrong idea of what constitutes true happiness. It is not attained through self-gratification but through fidelity to a worthy purpose.

Para ahli biologi mengatakan bahwa kebahagiaan bisa dilihat dari bagian otak yang menghasilkan hormon tertentu (dopamin) yang mempengaruhi perasaan yang berhubungan dengan kegembiraan dan kesenangan. Kalau dilihat dari sudut pandang agama maka kebahagiaan muncul sebagai akibat dari rasa syukur, dan orang yang bahagia biasanya memiliki resiko yang kecil untuk mengalami depresi dan stress serta lebih puas dengan hidup yang dijalaninya.

Kenapa kita harus bahagia …??? Karena kita sebagai manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini, disamping itu kita juga diciptakan olehNya dengan sebaik-baiknya bentuk. Maka sudah sepatutnya kita bahagia dengan berbagai nikmatNya yang telah dianugerahkan kepada kita. Nikmat Tuhanmu mana lagikah yang kamu dustakan … ???

Coba tanya diri kita sendiri, kapan terakhir kali kita merasakan kebahagiaan …???

Kemarin …??? Seminggu yang lalu …??? Sebulan atau setahun yang lalu …??? Atau bahkan kita tidak ingat kapan terakhir kali kita merasakan yang namanya bahagia …???

Dalam bukunya Being Happy : A Hand book to Greater Confidence and Security, Andrew Matthes menyatakan bahwa yang menentukan kebahagiaan kita bukanlah apa yang terjadi pada kita, melainkan bagaimana reaksi kita terhadap hal-hal yang terjadi pada kehidupan kita. Kita juga bertanggung  atas kebahagiaan itu sendiri.

Untuk bahagia, kata Andrew, Fokuskan pikiran kita pada pikiran-pikiran bahagia. Kita adalah pengendali pikiran kita sendiri.

Kebahagiaan merupakan refleksi dari rasa berkecukupan dan rasa syukur. Jadi kalau kita ingin meraih dan merasakan kebahagiaan maka langkah pertamanya adalah merasa cukup dengan segala yang kita miliki saat ini. Setelah itu dilanjutkan dengan bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan olehNya. Kebahagiaan bukanlah sebuah kondisi ideal yang dapat dicapai jika tidak disertai rasa cukup dan rasa syukur.

Salam CintaBahagia

Mau provokasi lebih lanjut ? Follow saya di twitter @CandraDenni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s