Tiga Ungkapan Keliru MC

dennicandra.com, Dalam berbagai acara baik formal maupun informal kita pasti selalu menjumpai pemandu acara atau dalam bahasa kerennya di sebut dengan Master of Ceremony (MC). MC ini bertugas membuka dan menutup acara, mengumumkan susunan acara, mengenalkan pembicara/pengisi acara, membangkitkan antusiasme hadirin, dan sebagainya. Selain itu MC juga menjadi salah satu penentu sukses atau tidaknya suatu acara.

Untuk menghidupkan suasana serta menjalin keakraban dengan audiens maka seorang MC dituntut untuk bisa memilih dan menggunakan kata-kata yang “renyah” serta mudah dipahami oleh orang lain. Tetapi secara pribadi saya memperhatikan bahwa ada beberapa ungkapan yang menurut saya salah kaprah namun tanpa disadari atau tidak banyak MC atau pembawa acara yang menggunakan ungkapan tersebut.

Berikut 3 (tiga) ungkapan/kalimat yang menurut saya salah kaprah tetapi sering diucapkan oleh para MC atau pembawa acara, yaitu :

  1. “Waktu dan tempat kami persilakan”, menurut saya ini kalimat yang tidak logis serta tidak masuk akal. Yang kita persilakan untuk berbicara atau mengisi acara adalah orang/tokoh tetapi mengapa yang dipersilahkan “waktu dan tempat”. Mungkin bisa direvisi untuk kata-kata tersebut menjadi, “untuk Bapak Badu …., dipersilakan memberikan sambutan dan secara resmi membuka acara ….!!!”, bisa juga untuk yang lebih simpel, “kepada Bapak Badu …, kami persilahkan …!!!”
  2. “Untuk mempersingkat waktu”, seperti yang kita ketahui bahwa waktu tidak bisa ditambah dan dikurangi apalagi sampai dipersingkat. Waktu itu sudah memiliki standarnya tersendiri, 1 menit itu 60 detik, 1 jam itu 60 menit & 1 hari itu 24 jam. Jadi bagaimana caranya mau mempersingkat waktu. Jadi bagaimana donk …??? Ya gak usah diganti dengan kata lain dan sebaiknya hindari pengggunaan kata tersebut. Langsung saja bilang, “marilah kita mulai acara ini dengan … (blablabla)” atau dengan kata-kata “Hadirin yang mulia, marilah kita mulai acara kita ini dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an … (dst)”
  3. “Menginjak acara selanjutnya”, menurut saya ini adalah satu kekerasan yang sering dilakukan oleh para MC dan pembawa acara. Sudah jelas kalau tugas utama seorang MC adalah memandu supaya acara berjalan dengan lancar, bukan untuk “menginjak-injak acara”. Sebaiknya tidak usah mengucapkan kata-kata tersebut, ganti saja dengan kata-kata, “acara selanjutnya adalah ….”

Itulah diantaranya 3 ungkapan/kalimat yang salah kaprah tetapi seringkali diucapkan oleh para MC atau pembawa acara. Mungkin Anda mau menambahkan lagi …???

Salam CintaBahagia

Mau provokasi lebih lanjut ? Follow saya di twitter @CandraDenni

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s